kamu, seperti bisa membaca pikiran saya
seperti bisa memahami saya
seperti tau kondisi saya
pada kenyataannya itu bukan seperti, melainkan memang
hanya diam
hanya bertanya
hanya melihat
tersadar.
tersentil.
tertampar.
apa karena memang kamu orang yang peka dengan sekelilingmu?
apa karena kamu memang sudah lama mengenal saya?
belum memulai, kamu sudah mengetahui maksud dan alur cerita saya
ya tidak salah kalau banyak orang sering menjadikanmu tempat kembali
menjadikanmu pelabuhan mereka
termasuk......saya
tanpa saya beri tahu pun kamu sudah tau apa kebiasaan saya ini, bukan?
banyak sekali saya belajar dari kamu
banyak sekali saya mengerti dari kamu
banyak sekali saya tersentil dengan kata semangat dari kamu
dengan sabarnya kamu menjadi telinga saya
dengan tulusnya kamu menjadi sapu tangan saya
dengan bijaknya kamu menuntun saya
selalu terdiam
selalu menangis
selalu mengangguk
saya paham dan mengerti
terima kasih
terima kasih telah mengajari saya banyak hal
telah mendengar cerita-cerita abstrak saya
berulang-ulang kali,
cerita yang hampir sama. kondisi yang sama. akhir tanggapan saya yang sama
kamu memang pantas, kami panggil ibu
ibu yang selalu menjadi tempat kembali anak-anaknya
untuk temanku, telingaku, ibuku yang paling aku sayang
-Linea Alfa Arina-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar