Minggu, 12 Agustus 2012

Perahu Kertas


Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu

Jumat, 10 Agustus 2012

ada sebuah cerita tentang dua manusia yang selalu hidup bahagia di sebuah rumah yang sederhana tapi penuh dengan kehangatan. diluar rumah mereka, penuh dengan badai dan hujan yang sepertinya tidak pernah bosan untuk hadir. meraung...mengetuk pintu dengan kebisingannya...mencoba merobohkan rumah yang amat sederhana itu. lalu apa yang dilakukan si pemilik rumah itu?


"biarkan mereka bergemuruh, mungkin rumah ini terlihat biasa dengan hanya dibangun beberapa petak tanah. tapi, rumah ini kita bangun bersama dan tidak akan ada yang bisa merobohkannya."

"tapi aku takut, badai diluar sana sepertinya cukup besar."

"kamu percaya sama aku kalau kita akan baik-baik saja? mereka bukan badai, mereka hanya sepintas angin."

"ya, aku percaya kamu. dan akan selalu seperti itu."

dua penghuni rumah ini pun kembali saling merengkuh. membuka kembali album yang dulu pernah mereka abadikan. disana tertera sebuah janji mereka yang tertulis,
"desember 2011"

"ingatkah kamu dengan janji ini?"

"ya, aku ingat..."

hai, rumah ini kami bangun dengan pondasi yang kuat dan kokoh. dan kami cukup sadar dengan kebisingan itu. tapi itu tidak akan membuat kami beranjak, justru membuat kami semakin mendekap. terima kasih sekali ya untuk anginnya...membuat kami semakin sadar jika kami memang semakin saling 'butuh'

Kamis, 09 Agustus 2012

dibalik "220 km"

suatu siang,
"berapa jarak kita sekarang?"
"sekitar dua ratus dua puluh kilometer hahaha jauh banget ya..."

akupun kembali mengejanya, dua ratus dua puluh kilometer
ini bukan tentang jarak, dan ini bukan tentang ketakutan. ini tentang belajar
belajar kedewasaan, kesabaran, keikhlasan, dan kepercayaan...tidak, aku tidak bilang ini mudah. bahkan mungkin terlampau sulit. ditengah jarak dua ratus dua puluh kilometer. tapi kami tau, hari ini akan tiba. hari dimana sebuah janji dulu harus dijalankan.
"distance means so little when someone means so much"

jarak itu tidak akan berarti apa-apa untuk seseorang yang memiliki arti yang besar. karena jarak tercipta supaya kita bisa menghargai kehadiran rindu. dan rindu tercipta supaya kita bisa menghargai kehadiran waktu...

ketika rindu ini kembali berbisik akan suaranya, mungkin hanya suara di videonya yang mengobati. ketika rindu ingin bertemu, mungkin hanya boneka wajahnya yang bisa menghapusnya. dan ketika rindu ingin memeluk, mungkin hanya jaket dan kalungnya yang mampu menghilangkan ini.

"jangan biarkan jarak membuat kita longgar. jangan biarkan jarak membuat kita lupa dengan arti komunikasi. tunggu aku di bandung. aku akan datang menemuimu. jaga kesehatanmu dan jangan bandel"

"ya, kita akan tetap baik-baik saja. aku janji bakal jaga mata dan hati ini dari siapapun. aku tunggu kamu di bandung. dan tunggu aku kembali ke bogor. jaga kesehatan, jangan badel juga ya..dan jangan terlalu menel :p"

mungkin itu sepenggal kata yang cukup untuk aku ingat, bahwa ada seseorang disana yang sedang menunggu. dan bahwa ada seseorang disini yang sedang menjaga....


dan ketika jarak sudah (cukup) membuat kami bersabar, waktulah yang kembali mempertemukannya. dan mungkin, hanya ucapan syukur dan senyum yang mampu terucap dan terlihat


teruntuk yang sedang memulai menjalani apa itu long distance relationship

Rabu, 18 Juli 2012

satu hal yang paling gw inget ketika pulang ke smansa, majalah bullet's yang sekarang udah berubah wujud. di salah satu halamannya, terdapat tulisan tentang sebuah mimpi besar gw. disana tertulis,
"FTSL ITB 2012 megarsitek"
dan beberapa teman bilang,
"cie, megaristek" ; "wah meg, ada nama lu disini" ; "apa kabar itb nya?"

dan salah satu teman 'sejalan' gw bilang,
"selow, mimpi itu bisa berubah-ubah. yang penting status lu sekarang mahasiswi"
"tapi nyatanya gw ips man sekarang, bukan ipa"
"oh iya bener, kita senasib. lu terjerumus di ips dan gw terjerumus di ipa. tukeran posisi yuk. gw ekonomi, lu jg jadi arsitek. arsitek perkapalan"
"......................"

bertemu bu yuli dan dia bilang,
"sekarang dimana mega?"
"alhamdulillah ekonomi unpad bu"
"wah tercapai dong mimpinya masuk fakultas ekonomi"
"bu, saya pengennya jadi arsitek......."
"(......sensor......) yasudah kalau gitu semoga kamu bisa betah ya disana"

miris memang ketika kita tau kalau mimpi itu hanya cukup digantungkan. padahal seharusnya dikejar bukan? tetapi tidak perlu menyesal karena Dia yang sudah mengatur jalan dan kita yang menentukkan jalan. mimpi memang harus dikejar. tetapi sebelum mengejar mimpi, jangan lupa tentang 'memilih' agar kita 'dipilih' oleh mimpi.


homesick

akhirnya, gw ngerasain apa yang pernah aa teteh bilang tentang "homesick"
homesick adalah gejala rindu ingin pulang pada rumah
ya, gw rindu pulang ke rumah lama setelah gw berpetualang mencari rumah baru
ya, gw rindu dengan suasana hangat setelah gw berjalan dimusim dingin
ya, gw rindu mengeluhkan lagu kebangsaan itu
ya, pada intinya gw rindu keluarga besar gw disana
pulang kerumah selama 3 hari itu belum cukup untuk melepas rindu. ya, 3 hari itu waktu yang sangat sedikit untuk ukuran pulang ke rumah. modusnya sih pengen melihat siapa anggota keluarga baru gw :p *dia salah satu alasannya*

smansa hanya sepetak tanah yang memiliki daya tarik magnet yang besar. memiliki arus yang deras, yang membawa siapapun yang pernah didalamnya tertarik untuk kembali. membawa siapapun yang berperahu disekitarnya tertarik untuk masuk ke arusnya.
kembali lagi gw mengejanya, SMA Negeri 1 Bogor...

disana gw mendapatkan keluarga yang utuh, kasih sayang yang besar, dan kehangatan yang hanya bisa didapat disini, dirumah ini. satu per satu anggota keluarga lain mulai merantau, berpetualang ke negeri orang. mencari suasana lain di dunia luar. meskipun pada akhirnya, sejauh apapun kita pergi, kita akan pulang untuk sekedar kembali sesaat bukan? sejauh apapun gw menemukan rumah baru itu, jika gw pulang, maka smansa lah tujuan dan alasan pertama mengapa gw kembali kesini. karena gw rindu.

ah senang melihat smansa hari ini sudah kembali 'penuh' terisi oleh keluarga baru yang siap menjadi pencetak api untuk dunia. dan juga sedih, karena ternyata gw benar-benar harus meninggalkan tempat ini. tidak bisa seperti dulu, setiap hari waktu gw cuma untuk dan di smansa. selalu ada alasan kenapa gw 'betah' berlama disana. mencari sisi kehidupan lain yang belum terkorek.

dan satu lagi gejala homesick. rindu dengan mereka. mereka yang berdiri berjajar mengenakan jas kebanggaan. meneriakan kata sakti yang selalu menjadi pelengkap. ya, mereka. adik yang paling gw sayang. adik yang sangat gw jaga. dan adik yang sangat gw rindu. layaknya bayi, gw diajarkan untuk merangkak kemudian berbicara dan berdiri.
merangkak mencari puing-puing kehidupan. berbicara mengeluarkan pendapat. berdiri ketika sudah jatuh.

tanpa kalian, gw ngga akan pernah mengerti arti sebuah kedewasaan dan tanggung jawab. karena dewasa bukan dilihat dari umur, atau ukuran tubuh, atau juga kosakata berbicara, tapi bagaimana sikap kita menjadi pejuang dan tetap berdiri ketika tubuh sudah berkata lelah. ketika kita sudah tau kapan, dimana, dan bagaimana kita harus "berbicara dan diam". ketika kita tau arti kehidupan yang sebenarnya.

smansa, sudah berapa jiwa yang kamu sandra disana?
.....

hanya hati yang bisa menjawab.




yang rindu menjadi pengisi kata 'penuh'

Minggu, 15 Juli 2012

Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?

Dia, si Maha Mendengar, si Maha Melihat, si Maha Adil
nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?

Dia selalu tau dimana tempat yang pantas untuk hambaNya yang selalu sabar-selalu berjuang-dan-selalu ikhlas
Dia selalu memiliki rencana dan porsinya masing-masing
Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?

karena takdir ada, berawal dari kita yang memulainya
hidup itu tidak pernah selalu sesuai keinginan kita atau harapan kita.
hidup itu tidak selalu lurus dan indah
hidup itu bukan hanya tentang bahagia, tertawa, dan cinta
tapi juga tentang kesukaran, tantangan, dan air mata
hidup akan lebih diingat ketika kita bisa belajar bangun dan dewasa ketika menerima jalan yang bukan jalan kita, tidak menyerah dengan kegagalan, dan tidak menangis akan kenyataan

percayalah, tangan-Nya sedang bekerja mempersiapkan kita menjadi sosok yang luar biasa. meskipun pada akhirnya, rencana-Nya itu diluar jangkauan kita

jadilah sosok yang kuat, selalu melihat kedepan, dan percaya ada kebaikan dibalik jawaban-Nya kali ini
yang berlalu, biarlah berlalu
jadikan itu sebuah perbaikan, bukan sebuah penyesalan atau tangisan
karena Dia akan lebih senang melihat hambanya yang tersenyum ikhlas




untuk siapapun yang sedang berjuang atau sudah selesai berjuang. dan untuk siapapun yang memandang hidup sebelah mata